KLIK FOTO PAK RADEN JAMRUDIN UNTUK MENDONLOAD PROFIL LENGKAP BELIAU DALAM BENTUK PDF
Raden Jamrudin (lahir di Teluk Melano, 14 Agustus 1966)
adalah seorang budayawan, tokoh adat, dan seniman multi-talenta dari Kabupaten
Kayong Utara, Kalimantan Barat. Lahir dengan latar belakang keluarga yang
terikat pada sejarah Kerajaan Simpang Matan, beliau mendedikasikan hidupnya
untuk pelestarian adat, seni peran, dan seni sastra lisan Melayu, khususnya Syair Gulung atau Kengkarangan.
Raden Jamrudin
menempuh pendidikan formal hingga SMA di Ketapang, dan melanjutkan studi di UT
pada tahun 2016. Sejak tahun 1980-an, beliau telah menunjukkan minat pada
bidang pidato dan jurnalisme, yang kemudian menjadi fondasi bagi kemampuannya
dalam seni bertutur dan komunikasi publik.
Bidang keahlian
utamanya meliputi:
·
Seni
Syair Gulung / Kengkarangan: Sebagai pembina sejak tahun 2005 hingga kini, beliau adalah
tokoh sentral dalam melestarikan seni sastra lisan khas Melayu Kayong ini.
·
Budayawan: Fokus pada pelestarian adat dan sejarah
Kerajaan Simpang Matan.
·
Seni
Kriya, Seni Ukir, dan Seni Peran: Beliau juga aktif sebagai pembuat pusaka dan kriya, serta
pemeran utama/subjek dalam berbagai film dokumenter dan fiksi.
Kiprah Raden Jamrudin
sangat menonjol dalam struktur kelembagaan adat dan kerajaaan di Kayong Utara:
·
Ketua
Dewan Adat Kerajaan Simpang
(2018–Sekarang) dan Ketua Dewan Adat MABM (Majelis Adat Budaya
Melayu) Kayong Utara (2021–2025).
·
Pembina
Syair Gulung Kayong Utara
(2005–Sekarang) dan Pembina Perundohan Tanah Simpang
(2018–Sekarang).
·
Aktif dalam organisasi
kekerabatan seperti IKRAS (Ikatan Keluarga Kerajaan Simpang)
dan pengurus Yayasan Sultan Muhammad Jamaluddin.
·
Beliau juga berperan
sebagai jembatan antar-etnis sebagai Humas Antar Etnis Yayasan
Dasamarga Tionghoa dan Koordinator Lapangan Forum
Pembauran Kebangsaan Kayong Utara.
Raden Jamrudin telah
menghasilkan banyak karya, terutama dalam medium syair dan film, yang sebagian
besar diproduksi secara swadaya oleh LSM dan Komunitas Simpang Mandiri (tempat
ia menjadi Penasehat).
|
Kategori Karya |
Contoh Karya dan Peran |
|
Syair Gulung |
Menciptakan dan
membacakan Syair Gulung Kengkarangan di berbagai acara penting,
seperti Sail Karimata 2016, Pelantikan Raja Kerajaan
Simpang Matan, dan dalam film-film konservasi (Kampung Mangrove, Hentikan Pembabatan). |
|
Film Fiksi & Sejarah |
Pemain Utama dalam film sejarah Perang Belangkaet (2020) dan film fiksi Negeri Tengah Laut (2018) dan Bunge Arum Cempane (2018). |
|
Film Dokumenter |
Subjek Utama dalam film Pendekar Bertutur
(2016) dan film peraih penghargaan BRIN Asal Usul Suku Melayu Kayong
(2019), yang mengabadikan peran dan pengetahuannya sebagai budayawan. |
|
Sutradara |
Menyutradarai film
fiksi Evolusi Sekolah Buangan (2009). |
Dedikasinya diakui
melalui berbagai penghargaan dari tingkat lokal hingga nasional:
·
Penghargaan
dari Presiden: Menerima Piagam Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya
(2018).
·
Anugerah
Budaya: Menerima Anugerah Insan Seni dan Budaya Kayong Utara (2019) dari
Bupati, dan Penghargaan Pelestari Adat dan Budaya (2023) dari
Kerajaan Simpang Matan.
·
Pencapaian
Seni: Juara 1 Lomba Syair Gulung HUT Bhayangkara ke-61 (2007)
dan Juara 1 Festival Film Kalbar (2017) untuk film Pendekar Bertutur (sebagai subjek utama).
·
Pengakuan
Adat/Sejarah: Diberi penghargaan
sebagai Pemain Utama Film Sejarah Perang Belangkaet (2020) oleh
Raja Simpang Matan dan Piagam Panitia Pemekaran Kabupaten
Kayong Utara (2008).
Raden Jamrudin
merupakan tokoh panutan di Kayong Utara yang berhasil menjembatani tradisi
leluhur dengan media modern, memastikan bahwa warisan budaya, khususnya seni
syair Melayu, dapat terus hidup dan dikenal luas.

0 Komentar